Minggu, 13 September 2020

MAKNA HIDUP| MATERI BIMBINGAN KONSELING

MAKNA HIDUP


Setiap agama mengajarkan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah. Kualitas ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa menentukan nilai kehidupan seseorang. Semakin rajin beribadah, maka semakin bermakna kehidupanya. Begitu pula sebaliknya, jika kehidupan seseorang hanya diwarnai dengan keduniawian  saja maka ia pasti menyesal saat berhadapan dengan Tuhan kelak. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, beribadah adalah perbuatan atau pernyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.

Secara umum ibadah adalah segala kebaikan yang berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, masyarakat, Bangsa dan Negara, serta semua makhluk hidup dan lingkungan.

Secara khusus ibadah adalah menjalankan segala sesuatu sesuai dengan kaidah agama masing-masing dengan niat menjalankan perintah Tuhan.


Hakikat dan tujuan ibadah
Dengan mengetahui hakikat dan tujuan beribadah, seseorang akan melakukan ibadah dengan senang hati, karena baginya ibadah bukan hanya kewajiban, melainkan juga sebuah kebutuhan.

1. Realisasi tujuan penciptaan manusia
Apakah tujuan hidupmu?, jika pertanyaan ini ditujukan padamu apa jawabanmu?. Banyak yang menjawab "untuk makan". Jawaban asal-asalan semacam ini tidaklah tepat, seolah-olah makan menjadi tujuan utama dalam hidup. Padahal sebagai hamba ciptaan Allah, tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada-Nya 

2. Lambang ketaatan kepada Allah
Ketaatan seseorang dalam beribadah merupakan salah satu indikasi/bukti ketaatan. Semakin rajin beribadah, artinya semakin taatlah ia. Nah apabila seorang malas melakukan ibadah berati memang belum menunjukan ketaatan kepada Allah

3. Pengungkapan rasa syukur
Allah memberikan kita nikmat yang banyak. Bahkan kita tak akan sanggup menghitungnya. Sebagai wujud rasa syukur itulah kita melakukan ibadah. bBetapa tidak tahu diri kita jika setiap hari menikmati nikamt yang Allah berikan nmamun, kita enggan beribadah kepada-Nya.

4. Sarana mendekatkan diri kepada Allah
Sekuat apapun manusia, tetap makhluk yang lemah dihadapan Allah. Sepintar apapun manusia, ilmu yang dimilikinya sangatlah kecil jika dibandingkan ilmu Allah. Bagaimanapun semua manusia membutuhkan pertolongan Allah dalam kehidupannya.



TUGAS

1. Manusia sering lupa dengan tugas utamanya beribadah kepada Tuhan. Mereka baru ingat manakala mengalami kesedihan atau musibah. Beri tanggapanmu!








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KISAH BELALANG

KISAH BELALANG Ada seekor belalang yang telah lama berada di dalam sebuah kotak. Suatu hari belalang tersebut berhasil keluar dari kota...